KULIAH PERDANA KAMPUS ITP, BUPATI AJAK MAHASISWA MENJADI PENGUSAHA

Mahasiswa baru Institut Teknologi Pertanian (ITP) Tahun Akademik 2020-2021 menjalani kuliah umum perdana yang dibawakan langsung oleh Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt. MM bersama drg. Eka Poerdja di Gedung PKK Kab. Takalar, Senin 12 Oktober 2020

Bupati Takalar yang merupakan mahasiswa program Doktor Manajemen Agribisnis (IPB) memberikan kuliah umum dengan materinya Integrasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Bisnis. Sedangkan drg. Eka Poedja Owner Gemilang Organic Farming, Owner KSG Indonesia, Owner Rumah Tahfiz Gemilang memberikan materi Merancang dan Mengelola Bianis di Bidang Agrokomleks.

Bupati Takalar dalam memberikan kuliah umum di hadapan para peserta kuliah umum mengemukakan bahwa kehadiran ITP berbeda dengan kampus lain, ITP akan mengahasilkan mahasiswa yang memiliki jiwa Entepreneurship/jiwa kewirausahaan sehingga akan mencipatakan lapangan kerja untuk masyarakat. Seorang mahasiswa harus kreatif dan mengidentifikasi suatu masalah dan mencari solusinya.

"Kita perlu meningkatkan lama sekolah supaya lebih kreatif, pendidikan utama tetapi harus dibarengi dengan kreatifitas diri" jelas Bupati

Beliau juga mengemukakan bahwa membangun sebuah bisnis adalah proses, yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah bisnis adalah harus mempunyai kemampuan, skill dan kemauan. Tapi kita sudah memulai dengan ITP untuk meningkatkan kapasitas diri.

"Kita bisa mengidentifikasi bisnis apa saja yang ada disekitar rumah, baik itu tanaman yang memungkinkan bisa dijadikan menjadi sebuah produk yang layak jual." Tegas bupati

Sementara itu, drg. Eka Poedja dalam materinya juga mengemukakan bahwa sebagai seorang mahasiswa kita harus berfikir mulai dari sekarang untuk melakukan industri kreatif karena begitu banyak lulusan sarjana yang belum memiliki pekerjaan. Jadi setelah selesai kuliah kita sudah memiliki skill dalam memulai sebuah usaha.

Beliau juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk terus produktif sehingga setelah lulus bisa langsung bekerja.

"Saya mengajak untuk terus bergerak melakukan usaha sesuai kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Jangan mentok dengan satu usaha saja, pokoknya apapun skill atau kemampuan yang dimiliki untuk diimplementasikan dengan baik" imbuhnya.

Beliau berharap dengan adanya ITP para mahasiswa dapat menjadi Entepreneur. Dibidang pertanian dan peternakan bisa saling berkaitan, kotoran dari ternak dapat diolah menjadi pupuk sedangkan limbah dari pertanian dapat dijadikan makanan bagi ternak.

Turut hadir Para Pimpinan OPD Kab. Takalar, Ketua Yayasan ITP, Ketua dan pengurus yayasan global panrita serta para mahasiswa ITP.

(Dok. Website Humas Setda)