RAPAT KOORDINASI PEMBEKALAN DAN PELEPASAN TIM PATROLI GABUNGAN TNI, POLRI, SATPOL PP DAN DAMKAR KAB. TAKALAR

"Pengawasan Dampak Peredaran Cukai Rokok-rokok Ilegal Terhadap Masyarakat di Masa Pandemik Covid - 19 menjadi sentral tema yang di angkat dalam rapat koordinasi ini".

Pelepasan tim patroli gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar Kab. Takalar oleh Bupati Takalar H. Syamsari, S. PT, MM yang di tandai dengan pemasangan masker kepada para perwakilan kepada masing-masing perwakilan TNI, Polri dan Satpol PP disaksikan Pimpinan Forkopimda, para Pimpinan OPD Kab. Takalar, Camat, para Kapolsek dan Danramil se-Kab. Takalar menjadi simbol di mulainya kegiatan tersebut.

Bupati Takalar usai melepas tim patroli mengatakan melalui kegiatan ini sinergitas antar pemerintah daerah dengan unsur forkopimda dan instansi vertikal harus seiring bersama agar pengawasan cukai rokok-rokok ilegal dapat dengan sigap diĀ  cegah atau di potong peredarannya

"Disertai dengan edukasi di kalangan masyarakat terkait dengan pengawasan dan penyuluhan tehadap cukai rokok Ilegal dan dampak yang di berikan kepada Pemerintah, masyarakat, utamanya para toko-toko penjual rokok ilegal tersebut seperti apa dampak yang di berikan".

Melalui pelibatan pembangunan jejaring dengan keikutsertaan para tokoh masyarakat, kader keamanan setiap dusun menjadi poin sentral karena melibatkan secara langsung masyarakat dalam mengawasi peredarannya, Tutup H. Syamsari.

Ketua Tim Patroli Muh. Alwi, SH, MM dalam Laporannya menyampaikan kegiatan patroli ini dilaksanakan untuk memastikan peredaran barang-barang tertentu yang terkena cukai telah memenuhi standar edar yang telah di tentukan oleh pemerintah utamanya peredaran rokok ilegal.

"Patroli gabungan ini melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar dengan jumlah anggota sebanyak 180 orang yang terbagi-bagi di 10 (sepuluh) zona. Patroli ini berlangsung mulai bulan Oktober hingga November 2020 dengan cakupan wilayah 10 (sepuluh) zona atau kecamatan di kabupaten takalar dengan menyasar para pemilik warung atau toko-toko moder sekaligus juga mensosialisasikan dampak yang di berikan oleh cukai rokok ilegal yang beredar di masyarakat"

Muh. Alwi menambahkan Selain itu Kegiatan pembekalan bertujuan untuk Memberikan wawasan dan penyuluhan kepada masyarakat utamanya pemilik toko terkait serta bagaimana cara mengenali ciri-ciri rokok ilegal yang tidak memakai pitai cukai atau menggunakan pita cukai palsu. Tutupnya.

(Dok. Website Humas Setda)