BUKA RAKOR, SEKDA BERSYUKUR TAKALAR TIDAK MASUK DALAM ZONA MERAH

BUKA RAKOR, SEKDA BERSYUKUR TAKALAR TIDAK MASUK DALAM ZONA MERAH

 Humas & 5 Februari 2021

Sekretaris Daerah Kab. Takalar Drs. H. Arsyad, MM buka Rapat Koordinasi Pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa Kab. Takalar Tahun 2021 yang dihadiri Inspektur Inspektorat Kab. Takalar, Kepala OPD Kab. Takalar, para Camat se-Kab. Takalar, Ketua Tim PSC Kab. Takalar serta para Kepala Desa/Lurah se- Kab. Takalar di Baruga I Mannindori Kantor Bupati Takalar, Jum'at 5 Februari 2021.

 Dalam kurung waktu satu tahun belakang ini kita betul-betul dilanda pandemi covid-19 bukan hanya di wilayah Kab. Takalar tetapi secara global dunia yang berdampak pada luluhlantanya perekonomian dunia yang berimbas kepada anggaran-anggaran pemerintah yang notabene juga lebih banyak suplai dari pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten namun banyak dilakukan revolusi untuk pengalihan anggaran dalam rangka penanganan covid-19. Ungkap Sekda Takalar.

 "Hari ini kita melakukan Rakor pembentukan satgas di tingkat Kecamatan, lurah dan desa sesuai instruksi Presiden RI, agar pencegahan menyebaran Covid-19 dapat maksimal" jelasnya.

 Ditambahkan kita bersyukur Kab. Takalar tidak masuk dalam zona merah, untuk itu kita harus menjaga dan bersinergi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kita juga bersyukur unsur forkopimda dan satpol PP terus melakukan operasi yustisi dan memberikan edukasi kemasyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M.

 Setelah rakor ini saya berharap kepada seluruh camat untuk membentuk tim satgas di tingkat desa dan kelurahan untuk berkoordinasi dan meningkatkan sinergitas bersama menjadi tugas utama tim satgas.

 Pada kesempatan yang sama Kadis Kesehatan Kab. Takalar ..... menjelaskan bahwa dengan pembentukan satgas di masing-masing kecamatan, pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 lebih maksimal sehingga pemulihan ekonomi di Kab. Takalar bisa kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

 "Ada beberapa hal yang terkait dalam penanganan covid-19, selain pembentukan satgas dimasing-masing kecamatan, vaksinasi juga telah dilakukan yang diawali untuk tenaga kesehatan dan 10 pejabat publik sebagai upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga kita tidak mudah terserang virus" jelas dr. Rahma

 Kadis kesehatan juga menambahkan kepada tim satgas ditingkat lurah dan desa untuk mendata berapa jumlah masyarakatnya untuk menyesuaikan pendistribusian vaksin.

 "Terkait pemulasaran jenasah untuk pasien covid, protokol kesehatan pemulasaran jenasah harus dilakukan di rumah sakit tersebut seperti memandikan, mengkafani dan dimasukkan kedalam peti. Dan untuk penguburan pasien covid bisa dikuburkan dikampung halaman masing-masing jika ada surat izin dari pemerintah setempat dan mendapat persetujuan dari masyarakat" jelasnya lebih lanjut