WUJUDKAN POLUT SUMBER BIBIT SAPI, DESA KAMPUNG BERU KEBAGIAN SAPI INDUKAN

WUJUDKAN POLUT SUMBER BIBIT SAPI, DESA KAMPUNG BERU KEBAGIAN SAPI INDUKAN

Prokopim ( Rabu, 24/2/2021)

Di awal tahun 2021 ini, Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt, MM kembali merealisasikan P22 yakni satu sapi satu KK, untuk kepala keluarga miskin. Kali ini, H. Syamsari membagikan bantuan satu ekor sapi yang berasal dari bantuan dana desa di Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang di nahkodai oleh kepala desa H. Junaid. 

"Sejauh ini sudah 80 ekor sapi yang telah di distribusikan di Desa Kampung Beru, besar harapan jumlahnya bisa lebih meningkat dengan kehadiran pak Bupati di desa kami bersama-sama Kadis Pertanian," kata H. Junaid. 

Mewujudkan harapan masyarakat, Bupati Takalar menyampaikan akan memberikan bantuan sapi program pergiliran yang indukannya berasal dari sapi milik Pemda. Program perguliran ini akan berjalan dengan sistem anak sapi indukan milik Pemda nantinya akan menjadi hak pemelihara pertama, sedangkan indukannya akan digulirkan ke petani ternak lain yang belum mendapat bantuan. 

"Saya ingin nanti desa Kampung Beru untuk turut memelihara sapi pemda. Agar Polongbangkeng ini menjadi sumber bibit sapi di Takalar dan mengikuti program pergiliran sapi di masyarakat. Sapi nya sudah siap di Kandang Milik Pemda di Desa Parappunganta," kata Bupati Takalar H. Syamsari. 

Selain bantuan satu ekor sapi, Bupati Takalar juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama untuk 190 KK pada 5 dusun di Desa Kampung Beru serta pemberian bantuan Handsprayer.Serta memberikan bantuan untuk pembangunan masjid dan pembangunan jembatan di Desa Kampung Beru. 

"Ini bentuk perhatian pemerintah untuk menjadikan warga kita sehat dan kuat. Dan ini bentuk kepedulian dan penyelesaian pelaksanaan amanah dari pundak pemerintah.

Begitu banyak perhatian dan pemberian bantuan untuk masyarakat baik dari desa maupun pemerintah kabupaten Takalar. Saya ingin berpesan agar bantuan ini dijaga dengan baik dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," pungkas H. Syamsari.